Indonesia vs Australia

Kalau baca judulnya, pasti dah ketebak isinya. Bahkan mungkin banyak orang yang ke luar negeri baik sekedar jalan-jalan ataupun studi, selalu berpendapat Indonesia lebih buruk..(..sedihnya ya..bener ga ya???). Tertarik dari isi milist temen2 sekelas di APS (Australian Partnership Scholarship), beberapa dari kita tetap berpikir lebih baik tinggal di Indonesia (beda ya??..he2), gitu juga saya, he2..Sekalipun banyak sekali orang Indonesia yang memilih untuk bisa menetap  di sini, bahkan berusaha bagaimana caranya menjadi warga negara Australia, biarpun harus membayar ribuan dollar, mengurus segala dokument, termasuk harus rela diusir jika berbuat pelanggaran (masalah hukum). Hebat kan?..tapi ternyata ada juga yang mau banget jadi warga negara Indonesia, ini mengutip cerita temen saya di APS, Mbak Rini :

Aku punya temen, dia citizent Singapore, PR Australia,
tapi dia kalo ngumpul-ngumpul selalu ama anak Indo
yang ada di Nedlands, dia mualaf, tapi udah agak lama
sih, mungkin 10 tahunan yang lalu. Dia cintaaaaaaaaaaa
banget ama Indonesia, sekarang dia kerja di Indonesia,
cuma jadi guru smp di depok, padahal gajinya nggak
nyampe 1 juta. Belum lama ini dia pulang, karena harus
memperpanjang visa. Wah, ceritanya tentang Indonesia
itu hebohhhhhhhhh banget, dia seneng banget ama LIGA
Indonesia (kebetulan anaknya memang suka bola),
padahal kita aja yang orang Indonesia udah muak,
he…he…Dengan bangganya dia cerita apa-apa yang baik tentang
Indonesia, apa aja…….
Dia kepingin jadi citizent
Indonesia, jadi kita saranin dia untuk menikah dengan
gadis Indonesia.
Denger cerita dia, aku jadi bertanya-tanya ama diriku
sendiri, aku aja yang orang Indonesia nggak sebangga
dia jadi bagian dari Indonesia, so, sekarang aku jatuh
cinta lagi deh sama Indonesia, HIDUP INDONESIA!!!
(kayak mau perang aja deh)he..he…”

Lain lagi kata temen aku, pak Nana:

“Di sini  serba gak terbiasa buat kita, misalnya ban sepedaku tembus paku, gak ada tukang tambal ban, terpaksa deh beli ban baru. Klau perut lapar malam2, gak ada tukang mie tektek atau baso yang lewat rumah, hehe..”

Menarik kan?..Beberapa hal yang sering saya dan temen2 bicarakan, misalnya..kalau di Perth, nunggu bis ada jadwalnya, misalnya 8.48am bis 72 yang ke kampus tiba di sussex st,(bis ini akan sampai ke kampus jam 8.57),  kalau saya sampai di sussex  st 8.49am pasti bisnya sudah lewat, he2..dampaknya harus tunggu bis berikutnya jam 8.59am n sampe ke kampus 9.08am (telat dech, tuk kuliah jam 9)..selalu ingat di Jakarta bisa nunggu bis jam berapa aja, dimana aja, he2.. (tergantung sudut pandang, keadaan..yang kelihatan negatif bisa jadi positif, he2)..

Kalau di Australia, semua toko tutup jam 5 sore itupun cuma sampai Jum’at (toko tertentu buka sampai Sabtu, tapi sedikit sekali), kecuali hari kamis sampai jam 8. Jadi Sabtu-Minggu, di sini malah sepi banget, kalau di Jakarta weekend jadi trend jalan2 ke shopping centre. Di Jakarta bisa belanja tiap hari sampai malam.. Kayaknya buat orang Indo yang shopping mania, ga tahan tuh tinggal di sini, he… sampe sekarang saya masih juga bingung, weekend orang2 aussie kemana ya..ga usah weekend, hari biasa aja susah banget ketemu orang (mungkin di Sidney n Melb ga ya)..he2…

Kalau liat acara TV, wah jadi pengen balik ke Indo lebih variatif n seru2..kalau di sini, bosen n kadang film “jaman dulu” yang ada. Tapi satu favorite aku yang ada di sini tapi di Indo ga ada (Bart Simpson, he2…pas lagi nonton neh)…

Ehm, cuaca, pergantian siang malam, Indonesia surganya. Serba teratur, 12 jam malam(gelap), 12 jam siang (terang).., cuacanya juga “smoth” (asal jangan banjir ya…). Kalau di Aussie, pas Summer, Jam 9 baru gelap (baru maghrib)..n jam 5 (tetap dah subuh, sunsrise jam 6). Pertama2 shock, kok enggak gelap-gelap, baru aja istirahat malam jam 11 (Isya hampir jam 10), dah pagi lagi..he2..Katanya kalau Winter beda lagi..(adaptasi lagi dech..). Suhu luar biasa anehnya, pagi bisa 23  derajat, siang bisa 38 drajat (Apalagi di Melb)..berubah drastis, yang kadang bikin badan ga enak,…

Makanan???, apa karena lidah yang ga biasa or faktor lain..Makanan di sini ga berasa bumbunya. Ga kayak di Indonesia “full bumbu”, yang bikin kangen rasanya..kata orang di sini, masakan Indo panjang banget prosesnya, he2..Tapi untungnya, ada toko orientalis di sini, yang jual bumbu2 n apa2 aja yang khas Indo n Asia..(Indomie tetap jadi favorite, he2…). Dari Kangkung, tempe, sambel terasi, ikan asin,etc, ada di sana..jadi berasa deket Indo (emang deket,he2)..

Wah..setiap dengar cerita orang yang balik dari luar negeri..mereka kebanyakan sangat terpesona, bahkan ada yang sedkit depresi karena enggak nerima kenyataan stelah kembali,  Indonesia jauh dari harapan. Sekalipun saya tetap salut dengan kejujuran n ketertiban yang mereka punya. Tapi bukankah harusnya kita juga bisa jujur n tertib kalau kita mau..Kadang sedih n berpkir, kapan ya Indonesia berubah?????…kita mulai dari kita yuk..

“hujan air di negara sendri (asal jangan banjir, he2) memang lebih baik dari hujan uang di negara orang ya (sakit soalnya kejatuhan uang,he2)..”

so..masih mau jadi warga negara Indonesia?????..(Aku Mau..)

Advertisements

4 responses to this post.

  1. Posted by Nike Shervina on August 30, 2009 at 5:02 pm

    Hallo Mbak Yuli, salam kenal…. asik juga yach ke Australia kayaknya. Tapi salut banget deh tetep cinta Indonesia. Oya Mbak, aku mau tanya neh… yach pertanyaannya sekedar maen2 tapi juga serius. Oya Mbak, pernah nemuin pasangan yang keduanya dari Indonesia dengan seagama tapi menikah di Australia?

    Thanks so much..
    Salam,
    Nike Shervina

    Reply

  2. Posted by arief r ibrahim on January 22, 2010 at 2:04 am

    Selangor, malaysia

    Assalamu’alaikum wr, wb

    halo mbak Yul, saya lihat tulisannya menarik, saya sekarang sedang mencari literature yang berkaitan dengan Paedagogy Subjebt Matter (paedagogy materi subjek) kaitannya dengan pembelajaran kimia. Jika mbak Yuli tidak keberatan mohon informasi dengan hal hal tersebut. Maksih banget dan salam hormat buat keluarga dan sukses selalu. awal februari ini saya kan pulang dulu ke Indonesia, tapi akan bisa terus berkomunikasi via email ini, maaf bila kurang etis

    salam hormat,
    arief

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: